Monday, June 20, 2011

Apa? Masuk KaMPuNg!!!

Apa? Masuk kampung!!!

Lawak lah ko ini, kita kan memang orang kampung buat apa mau masuk kampung, memang tinggal di kampung pun, bukan ada beza dengan kampung orang...

Belia Ipt Masuk Kampung...

10 tahun yang lalu kumpulan pertama seramai 24 orang telah menyertai BMK yang pertama di Keuskupan Keningau. Pengalaman kami belia IPT yang sememangnya sangat berharga kerana ianya bukan secara secara peribadi menyebabkan kami lebih menghargai hidup dan peluang yang Tuhan berikan kepada kami, tetapi ia juga menjadikan kami manusia yang lebih bertanggung jawab dalam kehidupan ini.

BMK mempunyai aktiviti dan program yang simple dan ringkas, namun demikian ianya di iringi dengan makna yang penuh mendalam dan memerlukan pemerhatian khusus agar para belia terlibat mampu menghidupi nilai-nilai yang ditemui di dalam BMK ini.

Pada hari ini, salah satu perkara yang meyakinkan saya bahawa jalan kehidupan yang saya pilih ini adalah yang terbaik buat saya adalah atas pengalaman saya melalui BMK, yang mana pengalaman bersama masyarakat kampung yang jauh di pedalaman yang jarang-jarang sekali dapat menerima Tubuh dan Darah Kristus, sebenarnya telah membawa saya untuk memilih jalan sebagai pelayan sepenuh masa di keuskupan Keningau.

Oleh itu saya amat yakin BMK akan dapat membantu para belia untuk mengenali keperluan gereja tempatan dan keunikan yang wujud disetiap tempat yang di lawati. so kawan-kawan belia ipt yang sedang belajar mahupun telah tamat pengajian, sama ada diperingkat sijil ataupun PHD anda adalah dijemput. Yang lain-lain bah promosikanlah program ini...

Jumpa anda semua di BMK Ke-7 di St. Patrick Membakut pada 04 Julai 2011 ini. Peace!

Wednesday, May 25, 2011

When you Believe

Check this out... you tell me..
Being a believers is really a cool thing. Because, when we are at our most down we find strength in God.
Believe or not, it is true. For someone are not believers, who has no one to cling in this world they will only find strength and hope within themselves and most of the time they really hit the rock bottom. Most of them become so indifference towards others and life.
But for us who believe that there is God and He is with us, whenever we think we had no one in this world to hear us, to cherish us, to soothe us, the moment we paused and give in to GOD, we now find solace and grace. We are now able again to smile despite our hardships, we are now able to love our enemies, forgive o ourselves and others.
God gives us hope and life... isn't He? Can't you feel the power He gave you, cant' you feel the life and strength he gave you? If today you can feel Him in you, feel His presence within you and your surroundings, Go and SHARE that love and life. Give smile to the depress, hope to the hopeless be there for your family and  most important..say GOD I THANK YOU FOR YOUR LOVE AND GRACES UPON ME!

Menjadi beriman adalah sesuatu yang 'Cool'. Kerana ketika tidak bermaya di dalam Tuhan kita temukan kekuatan
Percaya atau tidak, ianya adalah kebenaran. Bagi sesorang yang tidak beriman, dan tidak mempunyai sesiapa untuk berharap di dunia ini, mereka hanya mendapatkan kekuatan dari kepercayaan pada diri sendiri. Ramai antara mereka menjadi lebih mementingkan diri.
Namun demikian, bagi kita yang percaya akan Tuhan dan kebersamaan Nya pada kita, di kala kita tidak mempunyai sesiapa untuk mendengarkan kita, menggembirakan kita  dan ketika kita berhenti sejenak dan beserah kepada Tuhan, di kala itu lah kita menemukan kekuatan. Dan kini di sebalik kepayahan dan perjuangan, kita menemukan kekuatan untuk kekal tersenyum, mencintai musuh-musuh kita dan paling penting untuk memaafkan diri kita dan orang lain.
Allah memberikan kita harapan dan hidup... tidak kah kau merasakan kuasa, hidup dan kekuatan yang dia berikan? Jika hari ini kamu merasakan kehadiran Dia dalam kamu dan di sekililing kamu, Pergi dan KONGSIKAN kasih dan hidup, kepada mereka yang memerlukan, dan lebih utama kata TUHAN SAYA BERTERIMA KASIH KEPADA MU ATAS KASIH DAN RAHMAT MU ATAS SAYA!

Monday, May 16, 2011

My Psalm

I wrote this song two years ago.

And actually it's just an early prototype... would like to thank Wenceslaus Fred for the melody and arrangement.

It is in Bahasa Malaysia... The meaning of this song (summary)... as person on the moving... loneliness is an unavoidable experience and there are different levels or kind of loneliness. For us Christian, we are very lucky, that even though there is no one beside us in time of sorrow, sadness, hopeless and loneliness Jesus Christ is always there, to comfort us, to listen to us and to show us the way. 



Dia_Sahabat_Ku.wmv Watch on Posterous 
 
And in the ministry, i too sometimes feel alone, though my friends are all out there. Perhaps that what they say, we belong to nobody, but God. And in that particular moment, Jesus is my only hope and friend. He is indeed truly with me. I am really thankful to God that he always help me in the ways that i cannot imagine. 

And i am really sorry for the poor quality and certain mistakes. As i said it is not finalized yet. Pray for me one day i'll be able to produce a mini album...wow what a dream..but singer will be others hehe..

Thursday, May 12, 2011

Rejection

The moment we being rejected, that particular moment we ask why? And at the same time we answer the questions to dozens of answer or nothing at all to please ourselves.

Rejection among teens and adult is the most common hurt that affect much of their very inner self. Some may lose confident, some may become wilder and some are trap in their own imagination on why he or she was rejected.

Rejection, is one of the thing that people trying to avoid, in doing so many are being easy led to the temptation to better than others. May it through clothing, circle of friends, talents, wildness and etc... Because of this many are feeling tired and become much lonely in the midst of everyone.

The question is what are you looking for? What are you seeking in this life? What is your greatest fear? These can only be answered through prayer; through it God will reveal your innermost self. He will guide you to face the fear and the seeking within you. Though it is not easy to accept the kind of person you may encounter but, by fully TRUSTING in God. You may be healed. 

And finally, rejection is not bad after all. Why? Because, we at least as mere human, can experienced Jesus' feeling when He is being left and rejected by His own close friends and follower. And now we can be in solidarity with thousands of people in this world who cannot handle rejection. Rejoice because God had given His Spirit to guide and make us strong to sail through the storms of life.

God grant me the serenity
to accept the things I cannot change;
courage to change the things I can;
and wisdom to know the difference.

Living one day at a time;
Enjoying one moment at a time;
Accepting hardships as the pathway to peace;
Taking, as He did, this sinful world
as it is, not as I would have it;
Trusting that He will make all things right
if I surrender to His Will;
That I may be reasonably happy in this life
and supremely happy with Him
Forever in the next.
Amen.

Wednesday, May 11, 2011

LIFE

....bEl!V!ng iN YoURsElf....iS tHe bEst eNdOrsEment ....
.....allOw YouRsleF s!MplE Joys tO bR!ng You tO New Hope And CoURage...
....kEep oN liFes pAth WhereVer iT tAkes You..
.......t!mE !s a L!m!tEd ResOurCe ,The LoVe oF fR!eNd !s Not...
..PeAce w!th!N yOurSleF !s tReAsUrE beYond mEasUre....:
.............TrUst !N tHe LoRd !n AlL yOuR DoINg.....................

Thursday, May 5, 2011

When I say ' I am a Christian'


When I say that 'I am a Christian', I am not shouting that 'I am clean living. I'm whispering 'I was lost, but now I'm found and forgiven.'

When I say 'I am a Christian' I speak of this with pride.
but I'm confessing that I stumble and need Christ to be my guide.

When I say 'I am a Christian' I'm not trying to be strong. I'm professing that I'm weak and need His strength to carry on.

When I say 'I am a Christian' I'm not bragging of success. I'm admitting I have failed and need God to clean my mess.
 

When I say 'I am a Christian' I'm not claiming to be perfect. My flaws are far too visible, but God believes I am worth it.

When I say 'I am a Christian' I still feel the sting of pain. I have my share of heartaches, so I call upon His name. When I say 'I am a Christian' I'm not holier than thou, I'm just a simple sinner who received God's good grace, somehow!

Monday, April 18, 2011

Kembali...

Cambodia Mission:
Leadership Training Program
Cambodia, Phnom Penh Vicariate, Youth Office 



Para peserta Leadership Training Program bersama Bishop Olivier
Pengalaman sebagai salah seorang team pelaksana Leadership Training Program yang  diadakan di Phnom Penh Vicariate, Cambodia pada 1-9 April merupakan anugerah dan hadiah Paskah terindah yang sangat berharga saya alami. Di dalam program ini yang bertemakan “Towards a New Life” secara keseluruhannya memberikan tumpuan kepada beberapa kemahiran asas dalam memimpin belia melalui bengkel, pengajaran, renungan firman, testimony, dan pembelajaran berlandaskan pengalaman. Peserta-peserta yang terlibat adalah para belia dari paroki-paroki di sekitar Phnom Penh Vicariate yang berpotensi menjadi pemimpin di paroki mereka masing-masing. 
Sebahagian Ajk Pelaksana Leadership Program
April 1-3 merupakan program khusus (Training of Trainees) yang diberikan kepada semua AJK pelaksana. Leadership Training Program kepada peserta bermula pada 4-9 April.  Terdapat 43 peserta yang berumur di antara 17-25 tahun menyertai program ini. Antara sesi yang diberikan adalah “Experience of life, Crazy Dream, Darkness/Experience of death, Experience of God, Plan of Salvation, Jesus Christ, Passover dan Ministry of Presence”. Menerusi program ini para peserta di bimbing untuk melihat pengalaman hidup peribadi mereka sendiri. Persoalan “What is lacking or has been lacking as the most essential in my life?”, “What is the experience when you felt you were at the best of yourself?”, “What is my crazy dream?”, “What are the prisons that wound me?” adalah antara soalan-soalan renungan yang diberikan. Para peserta kemudian dibimbing untuk melihat penyelamatan oleh Yesus Kristus menerusi dramatari dan sesi yang bertajuk “Moving Forward in your new life with Jesus Christ”. Seterusnya, peserta-peserta berpeluang menyatakan komitment mereka melalui ritual (Passover ritual) di hadapan salib Yesus yang kemudian di persembahkan di dalam Misa Kudus. Kemuncak kepada program tersebut adalah sesi berkaitan Taize dan doa taize di adakan pada waktu malam yang dipimpin oleh bro. Gillan dan bro. Andreas (from Taize).
                                                                      Sebahagian daripada aktiviti yang dijalankan 

Apa ertinya “Cambodia Mission” ini bagi saya…
Merenung kembali pengalaman yang saya lalui sepanjang program ini, saya sungguh-sungguh kagum dan bersyukur kepada Tuhan Yesus kerana rahmat kekuatan yang Dia berikan kepada saya. Pada hari pertama di Negara ini keadaan fizikal saya amat lemah dan ianya berterusan sehingga ke akhir program tersebut. Namun, cara Tuhan Yesus menyembuhkan begitu ajaib. Kehadiran para peserta ke program ini memberikan kekuatan yang luarbiasa kepada saya. Walaupun keadaan fizikal yang lemah, saya masih mampu menyertai program ini sepenuhnya. Tuhan menyembuhkan jiwa saya melalui mereka.
Apakah misi saya sebagai seorang belia? dan secara khususnya sebagai belia kristian? Persoalan ini seringkali menghantui dan menuntut saya mencari jalan penyelesaian. Selama 9 hari bersama dengan peserta-peserta program di tempat ini membuka mata hati dan telinga saya untuk melihat dan mendengar erti misi dan gereja secara lebih mendalam. Sembilan hari bersama, sekali lagi menuntut saya untuk KEMBALI kepada SUMBER HIDUP yang paling asas, YESUS KRISTUS. Saya mula menyedari betapa kritikalnya saya bergelar belia dan bukan setakat belia sahaja tetapi sebagai BELIA YANG BERGELAR KRISTIAN untuk kembali kepada SUMBER ini. 
                       Wheel of life with Jesus as the centre 
Sesi  “Moving Forward in your new life with Jesus Christ” yang disampaikan oleh Manny San Luis (Fondacio, Philippines) memberi inspirasi kepada saya untuk mengenali Yesus lebih mendalam. Dalam sesi ini, beliau memberikan 8 perkara yang perlu diberikan perhatian bagi memastikan kehidupan sebagai kristian sentiasa berjalan bersama Yesus Kristus. 
 i. Doa peribadi
ii. Merayakan sakramen-sakramen
iii. Renungan firman Tuhan
iv. Hidup berkomuniti
v. Pembentukan
vi. Ministry/service
vii. Evangelisasi
viii. Pengembalaan (memimpin orang lain)



Merenung kembali 8 perkara ini mengingatkan saya akan misi Dioses iaitu Kita Umat Allah Dioses Keningau yang berjalan bersama dalam Yesus Kristus komited untuk taat berdoa, menghayati Sabda Allah, merayakan sakramen-sakramen, hidup berkomuniti, memperjuangkan keamanan, keadilan dan cinta kasih, serta keharmonian alam ciptaan Tuhan. Sesi ini menuntut saya melihat dan berhadapan kembali dengan kehidupan lalu saya sebagai belia di tempat saya sendiri dan pengalaman sebagai seorang guru. Saya menyedari misi ini tidak pernah saya titik beratkan dalam hidup seharian dan pengalaman bersama rakan belia yang lain menyedarkan saya bahawa misi ini tidaklah begitu dibincangkan. Namun pada saat ini saya berharap misi ini bukanlah setakat “ayat” yang perlu dihafal tetapi benar-benar dihidupi. Saya percaya belum terlambat bagi peribadi saya untuk menghidupi dan menjadikan misi ini sebagai misi dalam pelayanan saya. 


             Penyerahan diri di hadapan salib Kristus 
Keterbukaan hati para peserta sepanjang program ini mengajar saya tentang erti kerendahan hati dalam pelayanan. Kejujuran mereka mengungkapkan kerinduan hati yang mendalam untuk mengenali Yesus menjadi saksi bahawa Allah sedang bekerja (Yoh 5:17). Komitmen mereka untuk berusaha mengenali Yesus menyebabkan saya berfikir sedalamnya identiti saya sebagai kristian, belia kristian. Bagi memperjuangkan identiti kristian di tengah-tengah dunia sekular, saya diingatkan untuk menjadikan Yesus sebagai sumber dalam kehidupan.
Sebagai belia kristian, saya bertanggungjawab meneruskan misi Yesus di dunia ini dan tanggungjawab ini menuntut saya untuk sentiasa berakar dan dibangun dalam Yesus Kristus, teguh dalam iman (kol2:7, tema SYD3). Apa yang perlu saya lakukan agar benar-benar menghidupkan Yesus?  Persoalan ini mengingatkan saya kepada pesan yang seringkali diucapkan oleh Bapa Uskup Cornelius Piong “Kita haruslah sentiasa kembali kepada Yesus dan harus mempunyai relasi peribadi yang erat dengan Yesus Kristus”. Pesan yang begitu ringkas namun mempunyai makna yang sangat mendalam.

Akhirnya, saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus atas segala kesempatan yang diberikan kepada saya untuk lebih mengenali Dia melalui pengalaman ini. Saya bersyukur kerana Dia sentiasa mengajar saya melalui setiap individu yang saya temui. 
Dialah yang memberikan kekuatan dan kerinduan di hati saya untuk terus melayani
Dialah yang menjadikan saya berseri-seri sepanjang hari
Dialah yang memampukan saya berdiri teguh dalam pencobaan
Dialah yang lebih dulu mencintai saya
Dialah yang memberikan kebebasan sepenuhnya untuk berhadapan dengan kelemahan saya
Dialah YESUS SUMBER KEHIDUPAN di dalam kehidupan saya
Semoga melalui rahmatNya saya sentiasa dikuatkan untuk meneruskan misi Kristus.

“Now we continue to be a witness. Our generation is also to become a witness”
-Mgr. Ives Ramus, Bishop Emeritus (his homily, Mass on April 07)

Selamat menyambut hari Paska,
Roselinah Francis 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...